Mandi-mandi yang disunnahkan

By: andhiena

Oct 25 2007

Category: Fiqh

Leave a comment

1. Mandi hari Jum’at

Sesuai dengan hadits Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rosulullah bersabda :

Mandi hari jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang mimpi (baligh) 8 7

Dan hadits ‘Aisyah dia memarfu ’kannya :

Mandi pada hari jum ’at wajib bagi setiap orang yang mimpi (baligh) dan bersiwak dan memakai minyak wangi jika dia mendapatkannya. 8 8

Namun ada khilaf apakah hukum mandi jum’at itu wajib atau sunnah.

2. Mandi untuk berihrom

Sesuai dengan hadits Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu:

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak berpakaian untuk berihlal dan beliau mandi 89

3. Mandi ketika masuk Mekah

Karena Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu tidaklah dia masuk Mekah kecuali dia bermalam di Dzi Tuwa hingga subuh dan dia mandi, dan dia menyebutkan bahwasanya hal itu (apa yang telah dilakukannya) dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam 9 0

4. Mandi setiap kali akan bersenggama

Sesuai dengan hadits Abu Rofi’Radhiyallahu ‘anhu:

Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengelilingi istri-istrinya pada suatu hari, dan dia mandi di sisi istri yang ini dan di sisi istri yang ini. Berkata Abu Rofi’ Radhiyallahu ‘anhu : Lalu aku berkata :”Ya Rosulullah, tidakkah engaku menjadikannya sekali mandi saja ?”, Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata : “Ini lebih bersih dan lebih baik” 9 1

Untuk masalah mengulangi jimak, maka ada tiga tingkatan :

1. Dia mandi sebelum dia mengulanginya. Ini adalah
tingkatan yang paling sempurna.

2. Dia hanya berwudlu sebelum dia mengulangi jimaknya.
Tingkatan ini adalah di bawah tingkatan yang pertama.

3. Dia mengulangi jimak tanpa mandi dan tanpa wudlu.
Ini adalah tingkatan yang peling rendah, namun hal ini
boleh. 9 2

5. Mandi setelah memandikan mayat

Sesuai dengan hadits Abu Huroiroh Radhiyallahu ‘anhu, dia memarfu’kannya : ”Barangsiapa yang memandikan mayat maka mandilah” 9 3 , dan sesuai dengan hadits ‘Aisyah, dia berkata : Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mandi karena empat perkara : karena janabah, karena hari jum’at , karena berbekam, dan karena memandikan mayat ” 9 4 .

Dan yang menunjukan bahwa hal ini tidaklah wajib adalah hadits Asma ’ binti ‘Umais (istri Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu), dia memandikan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu ketika Abu Bakr Radhiyallahu ‘anhu wafat , lalu dia keluar dan bertanya kepada para muhajirin yang bertemu dengannya. Lalu dia berkata : ”Sesungguhnya saya berpuasa dan hari ini adalah hari yang dingin sekali, apakah aku harus mandi (setelah memandikan Abu Bakr Radhiyallahu ‘anhu) ?, lalu mereka berkata :”Tidak” 95

Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwasanya hal ini menunjukan bahwasanya mandi karena memandikan mayat adalah hal yang ma ’lum (yang diketahui) oleh para shahabat , tetapi hal ini adalah sunnah. 9 6

6. Mandi karena mengubur orang musyrik

Sesuai hadits Ali bin Abi Tholib Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata :”Sesungguhnya Abu Tholib

telah mati”, lalu beliau berkata :”Pergilah engkau lalu

kuburkanlah dia!”. Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata: ”Sesungguhnya dia mati dalam keadaan musyrik”. Beliau

berkata: ”Pergilah dan kuburlah dia”. (Ali Radhiyallahu ‘anhu

berkata) : ”Ketika aku telah menguburnya aku kembali ke Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau berkata kepadaku:

”Mandilah” 9 7

7. Mandi bagi orang yang beristihadloh ketika akan setiap akan sholat atau ketika menggabungkan dua sholat

Sesuai dengan hadits ‘Aisyah bahwasanya Ummu Habibah mengalami istihadloh di masa Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahnya untuk mandi setiap sholat .98

Dan hadits Hamnah binti Jahsin bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepadanya :”Aku akan memerintahkan engkau dengan dua perkara, mana diantara keduanya yang engkau laksanakan maka telah mencukupi engkau, kalau engkau mampu untuk melaksanakan keduanya maka engkaulah yang lebih mengetahui.” Dan dalam riwayat yang lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepadanya :”Dan jika engkau mampu untuk mengakhirkan sholat Dzuhur dan engkau menyegerakan sholat Ashar lalu engkau mandi dan engkau menggabungkan antara dua sholat Dzuhur dan Ashar dan engkau mengakhirkan Magrib dan menyegerakan Isya’ lalu engkau mandi dan engkau menggabungkan dua sholat , maka lakukanlah !. Dan engkau mandi bersama sholat subuh maka lakukanlah, dan berpuasalah jika engkau mampu untuk itu.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata :”Ini adalah perkara dari dua perkara yang paling aku sukai” 99

8. Mandi setelah pingsan.

Sesuai dengan hadits ‘Aisyah, beliau berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam keadaan sakit yang berat , lalu berkata : ”Apakah manusia telah sholat ?”, kami berkata :”Belum, mereka sedang menunggu engkau.”, beliau berkata : “Letakkan untukku air di mikhdlob” 100 ). ‘Aisyah berkata : Maka kami lakukan (permintaan beliau untuk mengambil air), lalu beliau mandi, lalu beliau bangkit , maka beliau pingsan. Kemudian beliau sadar lalu berkata: “Apakah manusia telah sholat ?”, kami berkata :”Belum, mereka sedang menunggu engkau ya Rosulullah”. Beliau berkata :”Letakkan untukku air di mikhdlob” maka dia duduk dan mandi…..”101

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melakukan hal itu tiga kali dan dia dalam keadaan berat dengan sakitnya, maka hal ini menunjukan akan sunnahnya mandi karena pingsan.

9. Mandi karena berbekam.

Sesuai dengan hadits ‘Aisyah, berkata :

Adalah Rosulullah mandi karena empat hal, karena janabah, karena hari jum’at , karena berbekam, dan karena memandikan mayat .102

10. Mandi ketika masuk Islam (bagi yang menganggap hal ini adalah sunnah).

Lihat pembahasan sebelumnya

11. Mandi ketika dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adlha). Berkataan para ulama tidak ada hadits yang shohih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam masalah ini.

Berkata Syaikh Al-Albani :”Dan yang paling baik yang dijadikan hujjah akan sunnahnya mandi ketika dua hari raya adalah apa yang diriwayatkan oleh Al- Baihaqi dari jalan As-Syafi’i dari Zadan, dia berkata : ”Seorang laki-laki bertanya kepada Ali Radhiyallahu ‘anhu tentang mandi, maka Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata :”Mandilah setiap hari jika engkau kehendaki ! ”, lalu laki-laki itu berkata :”Bukan, (tapi) mandi yang benar-benar mandi”, Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata :”(Mandi) pada hari Jum’at , pada hari ‘Arofah 103 , pada hari An-Nahr (Idlul Adlha’), dan pada hari ‘Idul Fitri” 104 . Dan dari Sa’id ibnil Musoyyib bahwasanya beliau berkata : “Sunnah hari raya ‘Idul Fitri ada tiga, berjalan ke musholla (tanah lapang), makan sebelum keluar (ke musholla), dan mandi” 105 . Dan telah tsabit bahwasanya Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu mandi pada hari ‘Idul Fitri sebelum beliau berangkat ke musholla. 106

12. Mandi ketika hari ‘Arofah.

Dalilnya sebagaimana telah lalu.

87 Bukhori no 8 79, dan Muslim 2/580 no 84 6

88 Bukhori no 8 80 dan Muslim 2/581 no 84 6

89 Dishohihkan oleh Al-Albani dalam shohih Ay -Thirmidzi 1/250, lhat Al-Irwa’ no 149

90 Bukhori (Al-Fath 3/436), dan Muslim 2/91 9

91 Abu dawud no 219, Nasai, Thobroni, dan dihasankan oleh Al-Albani dalam shohih Abu
dawud 1/43, dan Adabuz Zifaf hal 32.

92 Majmu’ Fatawa Syaikh Utsaimin 4/229,230 93 Hadits hasan, lihat Al-Irwa’ no 144

94 Riwayat Abu Dawud 1/96 no 3160 dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah, berkata
Syaikh Bin Baz :”Isnadnya la ba’sa bihi atas syarat Muslim”

95 Dikeluarkan oleh Malik dalam Al-Muwatto’ 1/223 dan dihasankan sanadnya oleh Abdul
Qodir Al-Arna’uth dalam jami’ul ushul 7/338

96 Thuhurul Muslim hal 139

97 Riwayat Abu Dawud no 3214, dan Nasai 1/110 dan 4/79, dan Ahmad , dan selain
mereka .Dishohikan oleh Abdul Qodir Al-Arnauth dalam takhrij jami’il ushul 7/337, lihat
shohih An-Nasai no 18 4. Berkata Syaikh Bin Baz :”Jika shohih hadits ini maka mandi

karena menguburkan orang musyrik adalah sunnah” (Thuhurul Muslim hal 140)

98 Dishohikan oleh Al-Albani dalam shohih sunan Abi Dawud 1/58 no 274

99 Dihasankan oleh Al-Albani dalam shohih sunan Abi Dawud 1/59 dan dalam Al-Irwa’
1/202

100 Dikatakan bahwa mikhdlob adalah tempayan kecil yang digunakan untuk mencuci baju (Thuhurul Muslim hal 142)

101 Riwayat Bukhori dalam Al-Fath no 687 dan Muslim 1/418

102 Riwayat Abu Dawud 1/96 no 3160dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah , berkata
Syaikh Bin Baz :”Isnadnya la ba’sa bihi atas syarat Muslim”

103 Maksudnya hari ‘Arofah ketika akan haji

104 Lihat Al-Irwa’ 1/177 dan sanadnya shohih yaitu mauquf hingga Ali

105 Berkata Al-Albani : Diriwayatkan oleh Al-Firyabi, dan isnadnya shohih, lihat Al-Irwa’
3/103

106 Muwatho ’ Imam Malik 1/177

Ditulis ulang dari ebook Maktabah Abu Salma, Sifat Mandi Janabat Menurut Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Penulis Al-Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin bin ‘Abidin as-Soronji (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah).

© copyleft andhiena.multiply.com

I ♥ comment, your comment make me happy :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: