Hukum Menulis SAW untuk menyingkat Shalallahu’alaihi wa sallam

Bolehkah kita menuliskan SAW untuk menyingkat“Shalallahu ‘alaihi wa sallam” ?

D

engan menyebut nama Alloh, semoga shalawat[i] dan salam[ii] tercurah kepada Nabi terakhir –shalallahu ‘alaihi wa sallam-, seorang muslim seharusnya senantiasa mengirimkan shalawat dan salam kepada Muhammad (shalallahu ‘alaihi wa sallam) ketika nama beliau di sebut.

Karena Alloh telah memerintahkan itu “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[iii]

Dan Rasululloh (shalallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda : “Di setiap mengucapkan shalawat kepadaku, Alloh mencatatnya dengan sepuluh kebaikan dikarenakan hal itu.[iv]

Dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan orang yang tidak mengatakan shalawat kepada beliau ketika disebut namanya adalah orang yang bakhil ( pelit ).[v]Dan beliau berseru “aamin!” agar Jibril ‘alaihi salam memohonkannya. “semoga Alloh menolak seseorang yang mendengar sebutanmu dan tidak menyerukan shalawat kepadamu!”[vi] maka ini adalah topik bahasan yang harus dijelaskan : sebagian orang menggunakan singkatan ‘SAWS’ -dalam bahasa Indonesia seringkali disingkat SAAW / SAW- atau ‘PBUH’ dalam memenuhi kewajibannya disetiap tulisan mereka (maksudnya kewajiban mengucapkan shalawat dan salam, cukuplah menulis dengan SAW). Adakah suatu kewajiban untuk menyampaikan shalawat dan salam kepada Nabi? Mari kita lihat pendapat beberapa ahli mengenai hal ini.

Majelis Ulama Saudi Arabia yang diketuai oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengeluarkan keputusan[vii] ketika ditanyakan tentang kebenaran bolehkah menyingkat shalawat kepada Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) : ia mengatakan (syaikh bin baz) “ di Sunnahkan untuk menulis keseluruhan ucapan “shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Karena itu merupakan semacam permohonan, dan permohonan itu merupakan suatu permintaan. (di dalam tulisan seseorang) ataupun hanya di dalam khutbah/pidato seseorang. Maka bila dengan menyingkatnya menjadi SAAD[viii] di dalam tulisan atau SAAD-LAAM-‘AYN-MEEM itu bukanlah suatu permohonan maupun suatu permintaan, apakah hal itu terjadi di dalam perkataan ataukah di dalam tulisan. Karena hal ini pulalah, permohonan ini atau lafazh tersebut tidak pernah digunakan oleh tiga generasi pertama dalam Islam (sahabat, tabi’in, tabiut-tabi’in), yang telah Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- katakan tentang kebaikan mereka.

Seringkali singkatan tersebut digunakan di beberapa kitab Arab. Di dalam padanan/persamaan kata bahasa Inggris memiliki kesamaan dengan : SAW, SAWS, SAWS, SAAWS, PBUH, dan sejenisnya.

Fairuz Abadi mengatakan, “ itu tidaklah sesuai untuk menggunakan symbol atau sekedar tanda dalam mengucapkan shalawat dan salam, dan penggunaanya hanya dilakukan oleh para pemalas, seperti halnya orang-orang yang malas, bahkan para pelajar yang memiliki pengetahuan pun-menuliskanya dengan ‘ SAAD-LAAM-‘AYN-MEEM’ didalam menyingkat tulisan ‘shalallahu ‘alaihi wa sallam’.[ix]

Ahmad Shakir mengatakan: ini merupakan tradisi yang terus menerus digunakan di generasi selanjutnya dimana mereka menyingkat tulisan shalallahu ‘alaihi wa sallam.”[x]

Wasiullah ‘Abbas, mengatakan, “hal ini tidak diperbolehkan dalam menyingkat salam (maksud yang penterjemah ambil adalah seperti banyak diantara kaum muslimin termasuk di Indonesia menyingkat salam ketika mengirimkan sms/e-mail dengan tulisan ASS / ASLM / ASLMKM /ASS.Wr.Wb,dll ) di tulisan, hal itu pun tidak diperbolehkan pula dalam menyingkat shalawat dan salam kepada Nabi (shalallahu ‘alaihi wa sallam). Dan selain itu tidak pula diperbolehkan dalam menyingkatnya di setiap perkataan, ceramah, maupun pidato.[xi]

Dan Alloh Maha Mengetahui, semoga kesempurnaan shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita tercinta, para shahabatnya dan keluarganya.


Sumber : http://www.Bakkah.net

Oleh : Al-Akh Abul ‘Abbas

Catatan Kaki

[i] Salam : keamanan

[ii] mengirimkan shalawat kepada Nabi (shalallahu ‘alaihi wa sallam) ucapan itu bermakna memohon kepada Alloh untuk memuji dan menyebutkan kedudukannya yang tinggi di hadapan para malaikat, lihat Jalaa’ Al-Afhaam (h.253) oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Fat-hul-Baaree (11/179-197) oleh Ibn Hajar Al Asqalani, atau Ibn Katheer’s di dalam tafseer to verse 33: 56

[iii] QS. Al Ahzab : 56

[iv] Hadist shahih diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam Shahih-nya (#906, 3/187). Diriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiyallohu ‘anhu-. Syaikh Albani mengatakan hadist shahih di dalam Silsilah Ash Shahihah (#3359, 7/1080).

[v] Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani di dalam As-Salaah ‘Alan-Nabee (p.30-31) melalui sanad Abu Dzar (radhiyallohu ‘anhu) Hamdi As Salafy mengatakan hadist ini hasan di dalam kitabnya.

[vi] HR. Ath Thabrani di dalam Mu’jam Al Kabir melalui sanad Jabir bin Samurah –radhiyallohu ‘anhu- Syaikh Albani menshahihkannya di dalam Shahih Targhib wa Tarhib Al Munzhiri (# 1677, 2/298)

[vii] Fatawa Lajnah Da’imah #18770 (12/208-209)

[viii] Kalau antum sering melihat di beberapa kitab Arab yang bukan karangan ‘ulama Ahlusunnah Salafiyyun, pasti antum akan seringkali melihat singkatan Shalallahu’alaihi wa sallam dengan hanya menggunakan huruf arab ‘shad’ saja.

[ix] di dalam As-Salaatu wal-Bushr, as quoted in Mu’jam Al-Manaahee Al-Laf-thiyyah ( h.351)

[x] Musnad Imam Ahmad (# 5088, 9/105 )

[xi] from a handwritten answer provided by the shaykh, file no. AAWA004, dated 1423/6/24

MENEBAR ILMU DAN TEGAKKAN SUNNAH

https://andhiena.wordpress.com

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبرك

~* Carilah ‘ilmu, fahamilah, ‘amalkanlah, sebarkanlah! *~

tambahan dari Abu Al-Jauzaa (jazakallahu khoir-red)

ينبغي له أن يحافظ على كتبة الصلاة والتسليم على رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم عند ذكره ولا يسأم من تكرير ذلك عند تكرره فإن ذلك من أكبر الفوائد التي يتعجلها طلبة الحديث وكتبته ومن أغفل ذلك حرم حظا عظيما وقد روينا لأهل ذلك منامات صالحة وما يكتبه من ذلك فهو دعاء يثبته لا كلام يرويه فلذلك لا يتقيد فيه بالرواية ولا يقتصر فيه على ما في الأصل

”Bagi orang yang menulis hadits, diharuskan untuk memberikan shalawat dan salam pada saat dia menyebutkan nama Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam. Dia dituntut untuk tidak bosan dalam mengulang-ulang jika dia berulangkali menyebut kan nama Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam. Karena hal itu merupakan faedah yang terbesar bagi orang-orang yang menuntut ilmu hadits dan orang-orang yang menulisnya. Dan barangsiapa yang lalai akan hal itu, maka dia pada saat itu telah menghilangkan keberuntungan yang sangat besar……” (Ulumul Hadits li Ibni Shalah halaman 41 menurut tartib donlotan maktabah sahab).

Selanjutnya beliau mengatakan menyebutkan dua kebiasaan yang SALAH dalam penulisan shalawat dan salam terhadap Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam yang HARUS DIJAUHI oleh para penulis hadits :

أحدهما
أن يكتبها منقوصة صورة رامرا إليها بحرفين أو نحو ذلك
والثاني
أن يكتبها منقوصة معنى بأن لا يكتب وسلم وإن وجد ذلك في خط بعض المتقدم

Pertama : Menulisnya dengan tulisan yang kurang (menyingkat) dengan dua huruf atau yang semisalnya [misalnya dia hanya menulisnya dengan dua huruf Shad dan Mim atau lainnya = atau dalam tulisan kita : SAW – Abu Al-Jauzaa’].
Kedua : Menulisnya dengan tulisan yang maknanya berkurang. Misalnya menulisnya dengan : Wasallam. Meskipun kita kadang-kadang menemuinya di dalam tulisan ulama-ulama terdahulu”
(selesai – idem).

Al-Fairuz-Abadi berkata :

ولا ينبغي أن ترمز للصلاة كما يفعله بعض الكسالى، والجهلة، وعوام الطلبة، فيكتبون صورة (صلعم) بدلاً من صلى الله عليه السلام

”Tidak seharusnya tulisan shalawat itu mempunyai rumus-rumus tertentu, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang-orang yang malas, orang-orang yang bodoh, dan murid-murid yang awam. Mereka menulis shallallaahu ’alaihi wasallam dengan tulisan ”Shal’am” [صلعم]. Untuk itulah, maka tulisan dan bacaan shalawat harus ditulis dan dibaca dengan lengkap, tidak boleh dikurang-kurangi” [selesai]

Lihat kitab yang sangat bagus karangan Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidhahullah yang berjudul {فضل الصلاة على النبي صلى الله عليه السلام }.

I ♥ comment, your comment make me happy :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: